widgeo.net

Sunday, September 14, 2008

Perkara Yang Merosakkan Ukhuwah

" Sebenarnya orang-orang yang beriman
itu adalah bersaudara, maka damaikanlah
di antara dua saudara kamu ( yang
bertelingkah ) itu dan bertakwalah
kepada Allah supaya kamu beroleh rahmat. "
Q.S Al-Hujuraat : 10

" Dan Kami cabut akan apa yang ada di
hati mereka dari perasaan hasad dengki
sehingga menjadilah mereka bersaudara (
dalam suasana kasih mesra ), serta
mereka duduk berhadap-hadapan di atas
pelamin masing-masing."
Q.S Al-Hijr : 47

Berapa banyak kehidupan yang berubah
menjadi keras ketika ikatan persaudaraan
telah pupus, ketika sumber-sumber
kecintaan kerana Allah telah kering,
ketika individualisme telah menggeser
nilai-nilai persaudaraan, saat itu
setiap individu berada dalam kehidupan
yang sukar, merasa terpisah menyendiri
dari masyarakatnya.

Kebanyakan manusia pada umumnya,
perilaku mereka telah tercemar oleh
perkara-perkara yang dapat merosakkan
persaudaraan, yang terkadang mereka
menyedari perkara tersebut, dan
terkadang tidak menyedarinya.

Oleh sebab itu, kami akan mencuba
memaparkan beberapa perkara yang dapat
merosakkan persahabatan dan
persaudaraan. Sebelumnya, akan kami
kemukakan terlebih dahulu beberapa
hadith dan perkataan para ulama' salaf
mengenai
hubungan persaudaraan.



Dalam sebuah hadith yang menerangkan
tentang tujuh golongan yang akan
mendapat naungan Allah di hari tiada
naungan kecuali naungan Allah,
Rasulullah menyebutkan salah satu di
antaranya adalah,
" Dan dua orang lelaki yang saling
mencintai kerana Allah, mereka berkumpul
dan berpisah keranaNya. "
HR Bukhari dan Muslim

Dan di dalam sebuah hadith qudsi, Allah
berfirman;
" Orang-orang yang saling mencintai
keranaKu, berhak atas kecintaanKu "
HR Malik dan Ahmad

Muhammad bin Munkadir ketika ditanya
tentang kenikmatannya dalam kehidupan
ini, beliau menjawab, " Ketika bertemu
dengan saudara-saudara ( sahabat-sahabat
), dan membahagiakan mereka."

Al-Hasan berkata, " Kami lebih mencintai
sahabat-sahabat kami dari pada keluarga
kami, kerana sahabat-sahabat kami
mengingatkan kami akan kehidupan
akhirat, sedangkan keluarga kami
mengingatkan kami akan kehidupan dunia."

Khalid bin Shafwan berkata, " Orang yang
lemah adalah yang sedikit menjalin
persaudaraan. "

Perhatikanlah beberapa perkataan di
atas, baik dari ayat-ayat Allah, hadith,
mahupun perkataan para ulama, kemudian
lihatlah pada kenyataan tentu akan
menunjukkan kebenarannya. Siapakah yang
menolongmu untuk mampu tetap teguh
memegangi hidayah? Siapakah yang
meneguhkan kamu untuk tetap istiqamah?
Siapakah yang menemani kamu ketika
dirundung bencana dan malapetaka? Kerana
itu Umar pernah berkata, " Bertemu
dengan para ikhwan dapat menghilangkan
kegalauan dan kesedihan hati. "

Jika demikian, bagaimana mungkin seorang
yang berakal akan mengesampingkan
ukhuwah dan lebih memilih kehidupan yang
kacau dan hingar bingar.


Perkara-Perkara Yang Dapat Merosakkan
Ukhuwah, Di Antaranya Adalah :

1. Tamak Dan Rakus Terhadap Dunia,
Terhadap Apa-Apa Yang Dimiliki Orang Lain.

Rasulullah SAW. Bersabda;
" Zuhudlah terhadap dunia, Allah akan
mencintai kamu. Zuhudlah terhadap apa
yang dimiliki oleh manusia, mereka akan
mencintai kamu. "
HR Ibnu Majah

Jika kamu tertimpa musibah, mintalah
musyawarah kepada saudaramu dan jangan
meminta apa yang engkau perlukan. Sebab
jika saudara atau temanmu itu memahami
keadaanmu, ia akan terketuk hatinya
untuk menolongmu, tanpa harus meminta
atau menitiskan airmata.

2. Maksiat Dan Meremehkan Ketaatan.

Jika di dalam pergaulan tidak ada nuansa
zikir dan ibadah, saling menasihati,
mengingatkan dan memberi pelajaran,
bererti pergaulan atau ikatan
persahabatan itu telah gersang
disebabkan oleh kerasnya hati dan
perkara ini boleh mengakibatkan
terbukanya pintu-pintu kejahatan
sehingga masing-masing akan saling
menyibukkan diri dengan urusan yang
lain. Padahal Rasulullah SAW bersabda;
" Seorang muslim adalah saudara bagi
muslim yang lain, tidak menzaliminya dan
tidak menghinakannya. Demi Zat yang jiwa
Muhammad ada di tanganNya, Tidaklah dua
orang yang saling mengasihi, kemudian
dipisahkan antara keduanya kecuali hanya
kerana satu dosa yang dilakukan oleh
salah seorang dari keduanya. "
HR Ahmad

Ibnu Qayim, dalam kitab "Al-Jawabul
Kafi" mengatakan, " Di antara akibat
dari perbuatan maksiat adalah rasa
gelisah ( takut dan sedih ) yang
dirasakan oleh orang yang bermaksiat itu
untuk bertemu dengan saudara-saudaranya. "

Orang-orang ahli maksiat dan
kemungkaran, pergaulan dan persahabatan
mereka tidak dibangun atas dasar
ketakwaan melainkan atas dasar kebendaan
sehingga akan dengan mudah berubah
menjadi permusuhan. Bahkan perkara itu
nanti akan menjadi beban di hari kiamat.
Allah SWT berfirman;
" Pada hari itu sahabat-sahabat karib:
Setengahnya akan menjadi musuh kepada
setengahnya yang lain, kecuali
orang-orang yang persahabatannya
berdasarkan takwa ( iman dan amal soleh ). "
Q.S Az-Zukhruf : 67

Sedangkan persahabatan kerana Allah,
akan terus berlanjutan sampai di syurga;
" Dan Kami cabut akan apa yang ada di
hati mereka dari perasaan hasad dengki
sehingga menjadilah mereka bersaudara (
dalam suasana kasih mesra ), serta
mereka duduk berhadap-hadapan di atas
pelamin masing-masing. "
Q.S Al-Hijr : 47

3. Tidak Menggunakan Adab Yang Baik
(Syar'i) Ketika Berbicara.

Ketika berbicara dengan saudara atau
kawan, hendaknya seseorang memilih
perkataan yang paling baik. Allah berfirman;
" Dan katakanlah ( wahai Muhammad )
kepada hamba-hambaKu ( yang beriman ),
supaya mereka berkata dengan kata-kata
yang amat baik ( kepada orang-orang yang
menentang kebenaran ); sesungguhnya
Syaitan itu sentiasa menghasut di antara
mereka ( yang mukmin dan yang menentang
); sesungguhnya Syaitan itu
adalah musuh yang amat nyata bagi manusia. "
Q.S Al-Israa? : 53

Dalam sebuah hadith Nabi SAW bersabda;
" Kalimah thayibah adalah shadaqah. "
HR Bukhari

4. Tidak Memperhatikan Apabila Ada Yang
Mengajak Berbicara Dan Memalingkan Muka
Darinya.

Seorang ulama salaf berkata, " Ada
seseorang yang menyampaikan hadith
sedangkan aku sudah mengetahui perkara
itu sebelum ia dilahirkan oleh ibunya.
Akan tetapi, akhlak yang baik membawaku
untuk tetap mendengarkannya hingga ia
selesai berbicara. "

5. Banyak Bercanda Dan Bersenda Gurau.

Berapa ramai orang yang putus hubungan
satu sama lainnya hanya disebabkan oleh
canda dan senda gurau.

6. Banyak Berdebat Dan Berbantah-Bantahan.

Terkadang hubungan persaudaraan terputus
kerana terjadinya perdebatan yang sengit
yang boleh jadi itu adalah tipuan
syaitan. Dengan alasan mempertahankan
aqidah dan prinsipnya padahal
sesungguhnya adalah mempertahankan
dirinya dan kesombongannya. Rasulullah
SAW bersabda;
" Orang yang paling dibenci di sisi
Allah adalah yang keras dan besar
permusuhannya. "
HR Bukhari dan Muslim

Orang yang banyak permusuhannya adalah
yang suka mengutarakan perdebatan,
perbalahan dan pendapat.

Tetapi debat dengan cara yang baik untuk
menerangkan kebenaran kepada orang yang
kurang faham, dan kepada ahli bid`ah,
perkara itu tidak bermasalah. Tetapi,
jika sudah melampaui batas, maka perkara
itu tidak diperbolehkan. Bahkan jika
perdebatan itu dilakukan untuk
menunjukkan kehebatan diri, perkara itu
malah
menjadi bukti akan lemahnya iman dan
sedikitnya pengetahuan.

Jadi, boleh juga dengan perdebatan ini,
tali ukhuwah akan terurai dan hilang.
Sebab masing-masing merasa lebih lebih
kuat hujjahnya dibanding yang lain.

7. Berbisik-Bisik ( Pembicaraan Rahsia )

Berbisik-bisik adalah merupakan perkara
yang remeh tetapi mempunyai pengaruh
yang dalam bagi orang yang berfikiran
ingin membina ikatan persaudaraan.

Allah SWT berfirman;
" Sesungguhnya perbuatan berbisik (
dengan kejahatan ) itu adalah dari (
hasutan ) Syaitan, untuk menjadikan
orang-orang yang beriman berdukacita;
sedang bisikan itu tidak akan dapat
membahayakan mereka sedikitpun melainkan
dengan izin Allah; dan kepada Allah
jualah hendaknya orang-orang yang beriman
berserah diri. "
Q.S Al-Mujaadalah : 10

Rasulullah bersabda;
" Jika kalian bertiga, maka janganlah
dua orang di antaranya berbisik-bisik
tanpa mengajak orang yang ketiga kerana
itu akan dapat menyebabkannya bersedih. "
HR Bukhari dan Muslim

Para ulama berkata, " Syaitan akan
membisikkan kepadanya dan berkata, '
Mereka itu membicarakanmu'." Maka dari
itu para ulama mensyaratkan agar meminta
izin terlebih dahulu jika ingin
berbisik-bisik ( berbicara rahsia ).

Wallahu?alam Bisshawab

No comments: